Senin, 22 April 2013

AURORA : SI CANTIK DARI KUTUB BUMI

Sering sekali kita lihat dalam kehidupan sehari- hari, bahwasanya senja ataufun fajar yang terjadi di pagi dan sore hari itu terjadi karena diakibatkannya adanya suatu proses pembiasan dan polarisasi cahaya. Ternyata tidak hanya fenomena alam tersebut saja yang diakibatkan oleh adanya proses pembiasan dan polarisasi tersebut, ternyata ada juga fenomena yang langka yang hanya dapat kita jumpai di daerah kutub bumi yaitu AURORA.

Kemilau cahayanya yang terang menyerupai fajar di pagi hari, mampu menimbulkan mitos di kalangan Bangsa Yunani. Mereka menyebut pendar cahaya itu sebagai kehadiran Sang Dewa Fajar. Namun demikian, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, mitos Dewa Fajar itu telah tersisihkan dengan nama Aurora.
Aurora merupakan pancaran cahaya pada langit daerah lintang tinggi, sebagai akibat atas pembelokan partikel angin matahari oleh magnetosfer ke arah kutub, serta adanya reaksi dengan molekul-molekul atmosfer.
Matahari, atau Bintang merah yang menjadi pusat orbit planet-planet wilayah tatasurya ternyata hanyalah satu diantara milyaran bintang lainnya di galaksi bimasakti. Pada inti pusatnya, ia memiliki suhu 14 juta kelvin dengan tekanan 100 milyar kali lipat tekanan atmosfer di bumi. Cahaya yang dipancarkan matahari berasal dari reaksi fusi termonuklir yang terjadi pada inti bintang. Secara konveksi, energi hasil reaksi fusi tersebut dialirkan ke permukaan. Dari aliran konveksi tersebut, tercipta medan magnet yang sangat kuat di permukaan matahari. Daerah-daerah medan magnet tersebut relatif gelap (lebih dingin) dari pada sekitarnya, sehingga ia dinamakan bintik matahari atau sunspot.
Menurut Pak Ma’rufin, sunspot ini dianggap sebagai bendungan pasir pada arus air yang liar, nah ketika kekuatannya sudah tak sanggup lagi menahan tekanan arus, maka ia akan ‘jebol’. ‘Jebol’nya sunspot ini akan memuntahkan kandungan energi yang disalurkan sebagai arus proton atau elektron. Energi yang dilontaran keluar matahari tersebutlah  yang disebut sebagai angin matahari. Jika dengan intensitas yang besar maka dinamakan badai matahari.
Proses terjadinya angin matahari. Dimulai dengan terbentuk nya sunspot yang menciptakan medan magnet. Karena kekuatan sudah tak sanggup lagi menahan tekanan arus, maka ia akan ‘jebol’. Jebol nya sunspot ini akan memuntahkan kandungan energi yang disalurkan sebagai arus proton atau elektron. Image Credit : UIO Oslo university
Perjalanan angin matahari menuju bumi, dapat ditempuh selama 18 jam hingga 2 hari perjalanan antariksa. Ketika melewati Merkurius dan Venus, angin matahari akan langsung begitu saja menerpa atmosfernya, sehingga planet tersebut mengalami peningkatan suhu yang luar biasa akibat dari terpaan aliran proton dan elektron yang dibawanya. Namun demikian, lain halnya ketika angin matahari itu menghantam bumi.
Bumi ini bagaikan magnet yang berukuran sangat besar, dengan kutub-kutub magnetnya hampir berdekatan dengan kutub geografis bumi. Sehingga bumi ini dilapisi oleh medan magnet (magnetosfer) yang berbentuk sebuah perisai yang mirip dengan buah apel, dimana bumi berada pada inti buahnya dan magnetosfer berada pada kulit buah apel.magnetosfer ini terdiri dari beberapa lapisan, dengan lapisan terbawahnya, sabuk radiasi van allen yang berada di sekitar ekuator (khatulistuwa). Layaknya sebuah perisai, magnetosfer dan sabuk van allen melindungi bumi dari terpaan partikel angin matahari.
Angin matahari ditunjukkan pada garis kuning sedang medan magnet bumi ditunjukkan pada garis biru.
Ketika angin matahari menerpa magnetosfer, partikel-partikel angin matahari dibelokkan dan tertarik menuju kutub medan magnet bumi. Semakin tinggi energi partikel, maka semakin dalam lapisan magnetosfer yang berhasil ditembus olehnya. Aliran partikel yang tertarik ke kutub medan magnet bumi akan bertumbukan dengan atom-atom yang ada di atmosfer. Energi yang dilepaskan akibat reaksi dari proton dan elektron yang bersinggungan dengan atom-atom di atmosfer, dapat dilihat secara visual melalui pendar cahaya yang berwarna-warni di langit, atau yang kita kenal sebagai Aurora. Di kutub utara bumi, aurora ini disebut sebagai aurora borealis, dan di kutub selatan, disebut sebagai aurora australis.
Interaksi antara angin matahari dengan medan magnet bumi. Sebagian partikel-partikel matahari tertarik menuju kutub.
Reaksi antara partikel angin matahari dengan atmosfer bumi, menghasilkan berbagai macam warna pada aurora. Perbedaan warna ini dipengaruhi oleh jenis atom yang berinteraksi dengan proton dan elektron, mengingat pada ketinggian-ketinggian tertentu, jenis atom penyusun atmosfer tidaklah sama. Pada ketinggian di atas 300 km, partikel angin matahari akan bertumbukan dengan atom-atom hidrogen sehingga terbentuk warna aurora kemerah-merahan. Semakin turun, yakni pada ketinggian 140 km, partikel angin matahari bereaksi dengan atom oksigen yang membentuk cahaya aurora berwarna biru atau ungu. Sementara itu, pada ketinggian 100 km proton dan elektron bersinggungan dengan atom oksigen dan nitrogen sehingga aurora tervisualisasikan dengan warna hijau dan merah muda.
Cahaya Aurora yang berwarna warni mengandung arti ketinggian.
Jika teman-teman berniat dan berminat untuk melihat keelokan aurora secara langsung, bisa langsung saja berkunjung ke daerah-daerah lintang tinggi, seperti Kanada, New Zeland, Antartika, dll. Ketika aktivitas matahari dalam keadaan stabil, maka frekuensi terbentuknya aurora lebih sering pada bulan-bulan ekuinoks. (ekuinoks musim semi jatuh pada tanggal 23 Maret, dan ekuinoks musim gugur adalah tanggal 21 September). Namun demikian ketika aktivitas matahari sedang meningkat, atau dengan kata lain intensitas angin matahari tinggi, maka cahaya aurora pun akan terbentuk semakin terang.
Potret Aurora di kutub utara





Referensi:
Fredette. 2006. Visual Ilmua dan pengetahuan Populer untuk Pelajar dan Umum: Memahami alam Semesta. Bandung: PT Bhuana Ilmu Populer.
Sudibyo. 2011. Mengenal Badai Matahari (Dan Implikasinya bagi Pengukuran Arah Kiblat). Diakses di http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150220689144595
Visualisasi: http://vimeo.com/25811412
Aurora Image Credit : Shawn Malone, Lundeimages.com


Senin, 11 Maret 2013

Kejadian Optik di lingkungan kita


1. Pembiasan

"Jika cahaya yang merambat pada suatu medium berpindah ke medium yang lain, maka pada batas kedua medium tersebut akan terjadi pembiasan atau pembelokan arah."
ini merupakan hukum pembiasan cahaya yang Hal ini disebabkan karena kecepatan cahaya dalam kedua medium tersebut tidak sama. Semakin besar kerapatan suatu medium, makin kecil kecepatan cahaya yang melewatinya.
Beberapa contoh peristiwa pembiasan dan pemantulan sempurna yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari antara lain:
1. Batang yang tercelup sebagian seolah-olah membengkok.
Suatu batang yang tercelup sebagian ke dalam air akan nampak membengkok. Sinar yang datang dari udara (kerapatan kecil) menuju air (kerapatan besar) dibiaskan menjauhi garis normal. Seorang pengamat yang berada di darat akan melihat batang berada di titik yang bukan sebenarnya.
2. Dasar kolam tampak dangkal.
Dasar kolam tampak dangkal karena sinar datang yang berasal dari dasar kolam dibiaskan menjauhi garis normal. Yang kita lihat sebagai dasar kolam adalah bayangan dari dasar kolam tersebut, bukan dasar kolam yang sebenarnya.
Contoh Peristiwa Pembiasan cahaya
3. Intan terlihat berkilauan.
Berlian tampak berkilauan karena sinar yang masuk ke dalam berlian tersebut ketika akan keluar sebagian besar terlebih dahulu mengalami beberapa kali pemantulan sempurna oleh permukaan bagian dalam berlian. Pemantulan sempurna terhadap cahaya yang akan keluar tersebut mudah terjadi karena intan memiliki indeks bias 2,417 sehingga sudut kritisnya hanya 24 derajat.
4. Fatamorgana.
Pada siang hari yang terik di jalan aspal pada kejauhan tertentu tampak seakan-akan ada genangan air. Hal yang sama juga terjadi di gurun pasir. Peristiwa fatamorgana disebabkan karena cahaya dari angkasa melintasi udara dingin dan memasuki udara panas yang dekat dengan permukaan bumi.
Udara panas memiliki indeks bias lebih kecil dibanding udara dingin, karena udara panas kerapatannya juga kecil. Ketika cahaya mengenai bidang batas antara kedua lapisan udara dengan sudut datang melampaui sudut kritisnya, maka terjadilah pemantulan sempurna dan bayangan angkasa nampak seperti genangan air di jalan atau di padang pasir.
5. Posisi semu bintang.
Bintang yang kita lihat pada malam hari tidaklah pada posisi yang sebenarnya, karena cahaya bintang datang dari ruang vakum memasuki lapisan udara mengalami pembiasan.
6. Pemantulan sempurna pada serat optik.
Serat optik terdiri dari inti yang terbuat dari gelas berindeks tinggi yang dilapisi dengan lapisan tipis gelas berindeks bias rendah. Cahaya yang masuk lewat salah satu ujung akan menumbuki bidang batas antara kedua lapisan gelas dengan sudut datang lebih besar dari sudut kritisnya sehingga mengalami pemantulan sempurna dari sisi yang satu ke sisi yang berseberangan secara bergantian.
Akibat pemantulan tersebut, cahaya menempuh jarak sepanjang serat optik dan keluar pada ujung yang lain dengan intensitas yang tidak berkurang. Serat optik banyak dimanfaatkan, diantaranya dalam teknologi telekomunikasi dan bidang kedokteran. Dalam bidang kedokteran serat optik digunakan untuk memeriksa organ-organ tubuh bagian dalam tanpa perlu membedahnya.
Referensi: http://smpn9depok.files.wordpress.com/2008/10/pembiasan-cahaya.pdf


ALAT- ALAT OPTIK DAN PENGAPLIKASIANNYA DALAM KEHIDUPAN SEHARI- HARI

Alat Optik


Sebelumnya kamu telah mempelajari bahwa sebuah benda dapat dilihat karena benda tersebut memantulkan cahaya. Benda terlihat biru karena benda tersebut memantulkan warna biru dan menyerap cahaya warna lainnya. Begitu pula warna daun terlihat hijau karena daun memantulkan cahaya warna hijau dan menyerap cahaya warna lain.
Bagaimana mata kita menangkap cahaya? Apa saja jenis-jenis alat optik? Untuk mengetahuinya, pelajarilah pembahasan berikut ini.

1. Mata

Mata merupakan indra penglihatan yang sangat penting bagi manusia. Tuhan Yang Maha Kuasa menciptakan mata bagi manusia sehingga manusia bisa melihat. Manusia memiliki sepasang mata berbentuk seperti bola dan terletak di dalam rongga mata.
a. Bagian-Bagian Mata
Ayo, kamu sebutkan bagian-bagian yang ada
pada matamu! Gambar di bawah ini memperlihatkan bagian-bagian mata.
Gambar penampang mata
1) Kornea mata, berfungsi untuk melindungi mata bagian dalam.
2) Iris, berfungsi untuk mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke mata.
3) Pupil atau celah (lubang yang terdapat pada iris), berfungsi sebagai tempat masuknya cahaya. Jika cahaya yang masuk sedikit, pupil akan melebar. Jika cahaya yang masuk banyak, pupil akan mengecil.
4) Lensa mata, dapat berakomodasi. Jika melihat benda yang jauh, lensa mata akan memipih. Jika melihat benda yang dekat, lensa mata akan menebal.
5) Retina, merupakan tempat terbentuknya bayangan yang akan dikirim ke saraf.
b. Cara Kerja Mata
Kamu telah mempelajari bahwa benda bisa dilihat jika ada cahaya. Cahaya dipantulkan oleh benda menuju mata. Pemantulan cahaya tersebut diterima oleh kornea. Oleh lensa mata, cahaya itu dibiaskan sehingga terbentuk bayangan terbalik pada retina. Selanjutnya, saraf-saraf pada retina akan menyampaikan informasi bayangan menuju otak. Otak akan mengolahnya sehingga kamu dapat melihat benda yang sebenarnya. Bayangan yang terbentuk pada retina adalah nyata, diperkecil, dan terbalik.
c. Kelainan atau Gangguan pada Mata
Manusia memiliki mata di sebelah kiri dan kanan. Kehilangan atau kerusakan salah satu bola mata dapat mengganggu penglihatan. Beberapa kelainan atau gangguan pada mata serta faktor penyebabnya adalah sebagai berikut.
1) Rabun Jauh (Miopi)
Miopi disebabkan jarak titik api lensa mata terlalu pendek atau lensa mata terlalu cembung. Titik api adalah pusat pertemuan sinar yang sudah dipecah oleh lensa. Jadi, sinar yang masuk jatuh di depan retina sehingga mata tidak dapat melihat benda jauh.
Keterangan gambar:
a) Mata yang menderita rabun jauh.
b) Penderita rabun jauh bisa ditolong dengan menggunakan lensa cekung.
Untuk menolong penderita miopi (rabun jauh) harus menggunakan kacamata dengan lensa cekung (negatif). Lensa cekung ini akan menempatkan bayangan tepat pada retina.
2) Rabun Dekat (Hipermetropi)
Rabun dekat disebabkan lensa mata terlalu pipih. Titik api lensa berada di belakang retina sehingga mata tidak dapat melihat benda-benda yang dekat. Jadi, penderita hipermetropi harus menggunakan kacamata berlensa cembung. Dengan lensa cembung, sinar yang jatuh di belakang retina akan dikembalikan tepat pada retina. Perhatikanlah Gambar dibawah ini!
Gambar
a) Mata yang menderita rabun dekat.
b) Penderita rabun dekat bisa ditolong dengan menggunakan lensa cembung.
3) Presbiopia (Mata Tua)
Presbiopi adalah kelainan pada mata yang disebabkan oleh faktor usia sehingga daya akomodasi matanya berkurang. Penderita ini tidak dapat melihat benda
dekat dan tidak dapat melihat benda jauh dengan jelas. Penderita ini harus menggunakan kacamata berlensa cekung dan cembung sekaligus.
4) Astigmatisma
Astigmatisma adalah kelainan mata yang disebabkan kelengkungan kornea matanya yang tidak berbentuk bola sehingga sinar-sinar yang masuk tidak terpusat
sempurna. Akibatnya, benda yang dilihat ada bayang annya. Penderita ini dapat dibantu dengan kacamata berlensa silindris.
Hal-hal yang dapat kamu lakukan agar matamu tetap sehat, di antaranya sebagai berikut.
a. Mengatur jarak baca (minimal 30 cm);
b. Menonton televisi jangan terlalu dekat;
c. Membaca di ruangan yang terang karena jika kamu membaca di tempat yang kurang terang, pupil mata mu akan melebar dengan kuat sehingga lama kelamaan akan menimbulkan kelelahan pada mata;
d. Mengonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin A, seperti wortel.

2. Lup

Lup disebut juga kaca pembesar atau suryakanta. Alat ini sering digunakan oleh tukang jam tangan. Lup menggunakan lensa cembung. Lup digunakan untuk melihat benda-benda berukuran kecil sehingga tampak besar. Gambar dibawah ini memperlihatkan lup digunakan untuk memperbesar kata pada gambar di bawah ini.
                          Gambar Lup                                                                                Gambar Penggunaan Lup

3. Mikroskop

Mikroskop digunakan di laboratorium untuk mengamati bakteri yang sangat kecil. Mikroskop dapat memperbesar bayangan benda sampai ratusan hingga ribuan kali. Perhatikan contoh bentuk mikroskop pada Gambar di bawah ini.
Mikroskop terdiri atas 2 lensa cembung, yaitu:
a) lensa okuler ialah lensa yang dekat dengan mata; b) lensa objektif ialah lensa yang dekat dengan benda yang diamati.
Gambar Mikroskop

4. Kamera Foto

Kamera adalah alat yang digunakan untuk memotret. Kamera menggunakan lensa positif. Lensa tersebut disangga oleh tabung yang dapat digeser ke depan atau ke belakang untuk memfokuskan bayangan benda agar bayangan jatuh pada flm. Perhatikanlah Gambar!
Kamera terdiri atas:
a) lensa;
b) ruang atau kotak yang kedap cahaya; dan
c) film.
Kamera memiliki diafragma yang fungsinya menyerupai iris mata manusia. Diafragma dapat mengatur sedikit atau banyak cahaya yang masuk.

5. Teleskop

Teleskop atau teropong adalah alat yang digunakan untuk melihat benda-benda yang sangat jauh, misalnya benda di ruang angkasa. Dengan teleskop, benda ruang angkasa akan terlihat lebih dekat. Gambar di bawah ini menunjukkan teleskop bintang. Bahkan ada juga teleskop yang letaknya di luar angkasa dan dikendalikan oleh stasiun luar angkasa di bumi, teleskop ini bernama teleskop luar angkasa Hubble. Cara kerjanya dengan mengirimkan gambar hasil tangkapan lensa teleskop ini. Teleskop hubble digunakan untuk memotret gambar kejadian di luar angkasa.
                                     Gambar Teleskop                             Gambar Teleskop Hubble

6. Periskop

Awak kapal selam yang berada di kedalaman laut dapat mengamati permukaan laut menggunakan periskop. Periskop menerapkan sifat cahaya yang berupa pemantulan. Cahaya dari atas permukaan laut ditangkap oleh suatu cermin, kemudian dipantulkan menuju mata pengamat di dalam kapal selam. laut, kapal selam dilengkapi dengan periskop. Periskop menggunakan 2 buah cermin. Cermin ialah kaca bening yang salah satu mukanya dicat dengan air raksa.
                                                                       Gambar Periskop


.

Rabu, 26 Desember 2012

Jenis galaksi jagat raya

Galaksi adalah sebuah sistem yang terikat oleh gaya gravitasi yang terdiri atas bintang (dengan segala bentuk manifestasinya, antara lain bintang neutron dan lubang hitam), gas dan debu kosmik medium antarbintang, dan kemungkinan substansi hipotetis yang dikenal dengan materi gelap.Kata galaksi berasal dari bahasa Yunani galaxias [γαλαξίας], yang berarti "susu," yang merujuk pada galaksi Bima Sakti (bahasa InggrisMilky Way). Tipe-tipe galaksi berkisar dari galaksi kerdil dengan sepuluh juta (107) bintang hingga galaksi raksasa dengan satu triliun (1012) bintang, semuanya mengorbit pada pusat galaksi. Matahari adalah salah satu bintang di galaksi Bima Saktitata surya termasuk bumi dan semua benda yang mengorbit Matahari.
Kemungkinan terdapat lebih dari 100 miliar (1011) galaksi pada alam semesta teramati. Sebagian besar galaksi berdiameter 1000 hingga 100.000 parsec dan biasanya dipisahkan oleh jarak yang dihitung dalam jutaan parsec (atau megaparsec). Ruang antar galaksi terisi dengan gas yang memiliki kerapatan massa kurang dari satu atom per meter kubik. Sebagian besar galaksi diorganisasikan ke dalam sebuah himpunan yang disebut klaster, untuk kemudian membentuk himpunan yang lebih besar yang disebut superklaster. Struktur yang lebih besar ini dikelilingi oleh ruang hampa di dalam alam semesta.
Meskipun belum dipahami secara menyeluruh, materi gelap terlihat menyusun sekitar 90% dari massa sebagian besar galaksi. Data pengamatan menunjukkan lubang hitam supermasif kemungkinan ada pada pusat dari banyak (kalau tidak semua) galaksi.
di jagat raya kita terdapat  macam galaksi, berikut 7 macam galaksi tersebut :

1. Galaksi Sombrero



The Sombrero Galaxy (juga dikenal sebagai M104 atau NGC 4594) adalah galaksi spiral membuka palang di konstelasi Virgo terletak 28 juta tahun cahaya dari Bumi. Memiliki inti cerah, sebuah tonjolan pusat luar biasa besar, dan jalur debu terkemuka di disk cenderung nya. Jalur debu yang gelap dan tonjolan memberikan galaksi ini penampilan sebuah sombrero. Para astronom pada awalnya berpikir bahwa halo itu kecil dan ringan, indikasi dari galaksi spiral. Tapi Spitzer menemukan bahwa halo di sekitar Galaxy Sombrero lebih besar dan lebih besar daripada yang diperkirakan sebelumnya, menunjukkan sebuah galaksi elips raksasa galaxy.The memiliki magnitudo tampak dari 9,0, sehingga mudah terlihat dengan teleskop amatir. Tonjolan besar, lubang hitam supermasif pusat, dan jalur debu semua menarik perhatian para astronom profesional.

The Galaxy Sombrero itu ditemukan pada bulan Maret 1767 oleh Pierre Méchain, yang menggambarkan objek dalam surat 1767 Mei sampai J. Bernoulli yang kemudian diterbitkan dalam Berliner Astronomisches Jahrbuch. Charles Messier membuat catatan ditulis tangan tentang hal ini dan lima obyek lain (sekarang kolektif diakui sebagai M104 - M109) ke daftar pribadinya objek sekarang dikenal sebagai Katalog Messier, tapi itu tidak "resmi" termasuk sampai 1921. William Herschel independen menemukan objek pada tahun 1784 dan tambahan mencatat kehadiran "strata gelap" di disc galaksi, apa yang sekarang disebut jalur debu. Kemudian astronom mampu menghubungkan ini Méchain dan pengamatan Herschel.

Pada tahun 1921, Camille Flammarion menemukan daftar pribadi Messier tentang obyek Messier termasuk catatan ditulis tangan tentang Sombrero Galaxy. Hal ini diidentifikasi dengan objek 4594 di Katalog Umum Baru, dan Flammarion menyatakan bahwa itu harus dimasukkan dalam Katalog Messier. Sejak saat ini, Sombrero Galaxy telah dikenal sebagai M104.

Fitur yang mencolok galaksi ini adalah jalur debu yang melintasi di depan tonjolan galaksi. jalur debu  (cincin debu) sebenarnya adalah sebuah cincin simetris yang membungkus tonjolan galaksi. Sebagian besar gas hidrogen atom dingin dan debu terletak dalam cincin ini. Cincin mungkin juga mengandung sebagian besar gas dingin molekul Galaxy Sombrero itu, meskipun ini adalah kesimpulan berdasarkan observasi dengan resolusi rendah dan deteksi lemah. Pengamatan tambahan diperlukan untuk mengkonfirmasi bahwa molekul gas galaksi Sombrero itu terkendala ke ring. Berdasarkan spektroskopi inframerah, cincin debu adalah situs utama dari pembentukan bintang dalam galaksi ini.

Inti dari galaksi Sombrero diklasifikasikan sebagai wilayah emisi ionisasi rendah nuklir (LINER). Ini adalah daerah di mana nuklir gas terionisasi hadir, tetapi ion hanya lemah terionisasi (yaitu atom yang hilang relatif sedikit elektron). Sumber energi untuk gas pengion dalam Liners telah diperdebatkan secara luas. Beberapa inti LINER dapat didukung oleh panas, bintang-bintang muda ditemukan di daerah pembentukan bintang, sedangkan inti LINER lainnya dapat didukung oleh inti galaksi aktif (daerah yang sangat energik yang mengandung lubang hitam supermasif). Pengamatan spektroskopi inframerah telah menunjukkan bahwa inti dari Sombrero Galaxy mungkin tanpa aktivitas pembentukan bintang signifikan. Namun, lubang hitam supermasif telah diidentifikasi dalam inti (seperti yang dibahas dalam ayat di bawah ini), jadi ini inti galaksi aktif mungkin adalah sumber energi yang lemah mengionisasi gas dalam Sombrero Galaxy.

Pada 1990-an, sebuah kelompok penelitian yang dipimpin oleh John Kormendy menunjukkan bahwa lubang hitam supermasif hadir dalam Sombrero Galaxy. Dengan menggunakan data spektroskopi dari kedua CFHT dan Hubble Space Telescope, kelompok menunjukkan bahwa kecepatan revolusi bintang di pusat galaksi tidak dapat dipertahankan kecuali 1 miliar kali massa massa Matahari, atau 109 M ☉ , hadir di tengah. Ini adalah salah satu lubang hitam yang paling besar diukur dalam galaksi terdekat.

Pada panjang gelombang radio dan X-ray, inti adalah sumber kuat sinkrotron emisi. Synchrotron emisi dihasilkan ketika elektron kecepatan tinggi berosilasi karena mereka melewati daerah dengan medan magnet yang kuat. Emisi ini sebenarnya cukup umum untuk inti galaksi aktif. Meskipun radio sinkrotron emisi dapat bervariasi dari waktu ke waktu untuk beberapa inti galaksi aktif, luminositas emisi radio dari Sombrero Galaxy hanya bervariasi 10-20%.

Pada tahun 2006, dua kelompok menerbitkan pengukuran radiasi submillimeter dari inti Sombrero Galaxy pada panjang gelombang 850 emisi submillimeter micrometres.This ditemukan tidak berasal dari emisi termal dari debu (yang sering terlihat pada panjang gelombang inframerah dan submillimeter) , sinkrotron emisi (yang sering terlihat pada panjang gelombang radio), bremsstrahlung emisi dari gas panas (yang jarang terlihat pada panjang gelombang milimeter), atau gas molekul (yang biasanya menghasilkan garis spektrum submillimeter). Sumber emisi submillimeter tetap tidak teridentifikasi.

The Sombrero Galaxy memiliki jumlah yang relatif besar gugus bola. Studi observasi dari gugus bola di Galaxy Sombrero telah menghasilkan perkiraan jumlah populasi di kisaran 1200 sampai 2000.The rasio jumlah gugus bola dengan total luminositas galaksi tinggi dibandingkan dengan Bima Sakti dan galaksi yang sama dengan kecil tonjolan, namun rasio sebanding dengan galaksi lain dengan tonjolan yang besar. Hasil ini telah berulang kali digunakan untuk menunjukkan bahwa jumlah gugus bola di galaksi yang dianggap berkaitan dengan ukuran tonjolan galaksi '. Kepadatan permukaan gugus bola umumnya mengikuti cahaya profil tonjolan kecuali di dekat pusat galaksi.

Setidaknya dua metode telah digunakan untuk mengukur jarak ke Sombrero Galaxy. Metode pertama bergantung pada membandingkan fluks diukur dari nebula planet di Galaxy Sombrero ke diketahui luminositas dari nebula planet di Bima Sakti. Metode ini memberikan jarak dengan Galaxy Sombrero sebagai 29 ± 2 Mly (8,9 ± 0,6 Mpc). Metode lain yang digunakan adalah fluktuasi kecerahan permukaan metode. Metode ini menggunakan tampilan kasar dari tonjolan galaksi untuk memperkirakan jarak untuk itu. Tonjolan galaksi terdekat akan muncul sangat kasar, sementara tonjolan lebih jauh akan muncul mulus. Pengukuran awal menggunakan teknik ini memberikan jarak 30,6 ± 1,3 Mly (9,4 ± 0,4 Mpc). Kemudian, setelah beberapa penyempurnaan dari teknik, jarak 32 ± 3 Mly (9,8 ± 0,8 Mpc) diukur. Ini bahkan lebih halus pada tahun 2003 menjadi 29,6 ± 2,5 Mly (9.1 ± 0.8 Mpc). Jarak rata-rata diukur melalui dua teknik adalah 29,3 Mly (9.0 Mpc) dengan ketidakpastian 1,6 Mly (0.5 Mpc).

The Sombrero Galaxy terletak dalam kompleks, filamen-seperti awan galaksi yang meluas ke selatan Cluster.However Virgo, tidak jelas apakah Galaxy Sombrero adalah bagian dari kelompok galaksi formal. Metode hirarkis untuk mengidentifikasi kelompok-kelompok, yang menentukan keanggotaan kelompok dengan mempertimbangkan apakah galaksi individu milik agregat yang lebih besar dari galaksi, biasanya menghasilkan hasil yang menunjukkan bahwa Galaxy Sombrero adalah bagian dari kelompok yang mencakup NGC 4487, NGC 4504, NGC 4802, UGCA 289, dan mungkin beberapa galaksi lain. Namun, hasil yang mengandalkan metode perkolasi (yaitu "teman-of-teman" metode), yang menghubungkan galaksi individu bersama-sama untuk menentukan keanggotaan kelompok, menunjukkan bahwa baik Galaxy Sombrero tidak dalam kelompok [30] atau bahwa mungkin hanya menjadi bagian dari sepasang galaksi dengan UGCA 287.

The Sombrero Galaxy terletak 11,5 ° barat Spica dan 5,5 ° timur laut dari Eta Corvi. Meskipun galaksi terlihat dengan teropong 7x35 atau 4-inch (100 mm) teleskop amatir, 8-inch (200 mm) teleskop diperlukan untuk membedakan tonjolan dari disk, dan 10 atau 12-inch (300 mm) Teleskop diperlukan untuk melihat jalur debu gelap.

Psychedelic Band rock NGC-4594 bernama setelah penunjukan katalog New Jenderal Galaxy Sombrero.

2. galaksi Ant Nebula


Ini NASA / ESA Hubble Space Telescope mengungkapkan citra tubuh semut sebagai sepasang lobus api menonjol dari bintang, sekarat Sun-seperti. Meskipun mendekati ledakan kekerasan, pengusiran gas dari bintang sekarat di pusat Mz3 memiliki pola simetris menarik tidak seperti pola kacau diharapkan dari sebuah ledakan biasa.Para ilmuwan menggunakan teleskop ruang angkasa Hubble ingin mengerti bagaimana bintang bola bisa menghasilkan seperti menonjol, non-bola simetri dalam gas yang menyemburkan.
Salah satu kemungkinan adalah bahwa bintang pusat Mz3 memiliki pendamping erat mengorbit yang diberikannya kekuatan kuat pasang surut gravitasi, yang membentuk gas mengalir keluar. Untuk pekerjaan ini, bintang pendamping mengorbit akan harus dekat dengan bintang sekarat, tentang jarak Bumi dari Matahari. Pada jarak yang mengorbit bintang pendamping tidak akan jauh di luar Hulk sangat membengkak dari bintang sekarat. Itu bahkan mungkin bahwa bintang sekarat telah dikonsumsi pendamping nya, yang kini mengorbit di dalamnya, seperti bebek dalam perut serigala dalam cerita "Peter dan Wolf."
Kemungkinan kedua adalah bahwa, seperti berputar bintang sekarat, medan magnet yang kuat yang luka menjadi bentuk kompleks. Dibebankan angin bergerak dengan kecepatan hingga 1000 kilometer per detik dari bintang, mampu mengikuti garis-garis medan memutar dalam perjalanan mereka keluar ke angkasa. Angin ini padat dapat diberikan terlihat oleh sinar ultraviolet dari bintang pusat panas atau dari tabrakan yang sangat supersonik dengan gas ambien yang menggairahkan bahan ke dalam kemekaran bunga.

Astronom Bruce Balick (University of Washington) dan Vincent Icke (Leiden University) yang digunakan Hubble untuk mengamati planet nebula, Mz3, pada bulan Juli 1997 dengan Wide Field Planetary 2 kamera. Satu tahun kemudian, astronom Sahai dan John Raghvendra Trauger dari Jet Propulsion Lab di California bentak gambar Mz3 menggunakan filter yang sedikit berbeda. Ini gambar menarik, yang merupakan gabungan dari beberapa filter dari masing-masing dua dataset, diciptakan oleh Tim Hubble Heritage.

3. Nebula NGC 2392


Nebula Eskimo (NGC 2392), juga dikenal sebagai Nebula Clownface atau Caldwell 39, adalah bipolar double-shell planetary nebula (PN). Hal ini ditemukan oleh astronom William Herschel pada tahun 1787. Formasi ini menyerupai kepala seseorang dikelilingi oleh tudung jaket. Hal ini dikelilingi oleh gas yang menyusun lapisan luar bintang seperti Matahari. Filamen batin yang terlihat yang dikeluarkan oleh angin yang kuat partikel dari bintang pusat. Disk luar biasa berisi tahun cahaya filamen panjang. NGC 2.392 terletak lebih dari 2.870 tahun cahaya dan terlihat dengan teleskop kecil di konstelasi Gemini.

4. Cat's Eye Nebula


Eye Nebula The Cat (NGC 6543, Caldwell 6) adalah nebula planet di konstelasi Draco. Secara struktural, itu adalah salah satu nebula yang paling kompleks yang dikenal, dengan resolusi tinggi pengamatan Hubble Space Telescope mengungkapkan struktur yang luar biasa seperti knot, jet, gelembung dan berotot busur-seperti fitur. Di tengah Eye Cat ada bintang terang dan panas, sekitar 1000 tahun yang lalu bintang ini kehilangan amplop luarnya, menghasilkan nebula. Hal ini ditemukan oleh William Herschel pada tanggal 15 Februari 1786, dan merupakan planet nebula pertama yang spektrum diselidiki oleh astronom amatir Inggris William Huggins pada tahun 1864. Hasil dari penyelidikan kedua menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa planet nebula terdiri dari gas panas, tapi tidak bintang. Saat nebula telah diamati di seluruh spektrum elektromagnetik penuh, dari jauh-inframerah untuk X-ray. Penelitian modern mengungkapkan beberapa misteri. The kerumitan struktur dapat disebabkan sebagian oleh bahan dikeluarkan dari bintang biner pusat, tetapi belum, tidak ada bukti langsung bahwa bintang pusat memiliki pendamping. Juga, pengukuran kelimpahan kimia mengungkapkan perbedaan besar antara pengukuran dilakukan dengan dua metode yang berbeda, penyebab yang pasti. Hubble Telescope pengamatan mengungkapkan sejumlah cincin redup di sekitar mata, yang merupakan kerang bola dikeluarkan oleh pusat bintang di masa lalu. Mekanisme yang tepat dari mereka ejections, bagaimanapun, adalah tidak jelas.

5. The Hourglass Nebula

Hourglass Nebula Engraved (dikenal sebagai MYCN 18) adalah Muda nebula planet Yang terletak di konstelasi Musca Selatan sekitar 8,000 years Cahaya jauhnya bahasa Dari Bumi. Hal inisial ditemukan oleh Annie Jump Cannon Dan Margaret W. Mayall selama bekerja mereka diperpanjang pada katalog Draper Henry (antara katalog dibangun 1.918 Dan 1924). pada saat itu, besar- besaran ditunjuk hanya sebagai nebula planet Kecil pingsan. Teleskop jauh lebih baik dan Teknik pencitraan memungkinkan bentuk selai pasir bahasa dari nebula untuk ditemukan oleh Raghvendra Sahai dan John Trauger bahasa dari Jet Propulsion Laboratory PADA tanggal 18 Januari 1996. Hal inisial menduga bahwa MYCN 18 jam ITU Pasir bentuk Yang dihasilkan oleh ekspansi Yang CEPAT Angin Bintang Dalam, perlahan-Lahan memperluas awan Yang Padat Dekat Khatulistiwa daripada polar. Pembentukan bentuk "mata" batin Proforma sepenuhnya dipahami. Hourglass Nebula difoto oleh Lebar Lapangan Planetary Camera 2 dan bahasa dari teleskop Hubble ruang Angkasa.
Sebuah kurang terkenal "Nebula Hourglass" terletak di Illustrasi Lagoon Nebula.

6. Cone Nebula


Bentuk yang aneh dan tekstur dapat ditemukan di lingkungan Nebula Cone. Pola-pola ini akibat dari kerusuhan yang menggemparkan yang menyertai pembentukan cluster terbuka bintang yang dikenal sebagai NGC 2.264, Cluster Snowflake. Untuk lebih memahami proses ini, gambar rinci daerah ini diambil dalam dua warna cahaya inframerah oleh Spitzer Space Telescope mengorbit.

Bintang terang dari Cluster Snowflake dot lapangan. Ini bintang-bintang segera memanaskan dan menghancurkan pegunungan gas dan debu di mana mereka terbentuk. Salah satu gunung debu tersebut adalah Nebula Cone yang terkenal, terlihat dalam gambar di atas di sebelah kiri, menunjuk ke arah bintang terang di dekat pusat lapangan. NGC 2.264 Seluruh wilayah yang terletak sekitar 2.500 tahun cahaya ke arah konstelasi Unicorn (Monoceros).


Menyerupai binatang mimpi buruk pemeliharaan kepalanya dari laut merah, objek ini mengerikan sebenarnya adalah pilar gas dan debu. Disebut Nebula Cone karena bentuk kerucut di tanah berbasis gambar, ini pilar raksasa berada di daerah pembentuk bintang turbulen. Diambil oleh Teleskop luar angkasa Hubble pada bulan April 002, gambar ini menunjukkan 2,5 atas tahun cahaya dari nebula, ketinggian itu sama dengan 23 juta perjalanan putaran ke bulan. Nebula Seluruh 7 tahun cahaya panjangnya. Nebula Cone berada 2.500 tahun cahaya di konstelasi Monoceros.

Radiasi dari panas, bintang muda telah terkikis perlahan nebula selama jutaan tahun. Sinar ultraviolet memanaskan tepi awan gelap, melepaskan gas ke wilayah yang relatif kosong sekitar ruang. Di sana, radiasi ultraviolet tambahan menyebabkan gas hidrogen bersinar, yang menghasilkan lingkaran merah cahaya terlihat di sekitar pilar. Sebuah proses serupa terjadi pada skala yang lebih kecil untuk gas yang mengelilingi bintang tunggal, membentuk busur berbentuk busur terlihat di dekat sisi kiri atas Cone tersebut. Busur ini adalah 65 kali lebih besar dari diameter tata surya kita. Cahaya biru-putih dari bintang di sekitarnya tercermin oleh debu. Bintang latar belakang dapat dilihat mengintip melalui sulur menguap gas, sementara basis turbulen yang bopeng dengan bintang memerah oleh debu. Seiring waktu, hanya daerah terpadat dari Cone akan ditinggalkan. Di dalam wilayah ini, bintang-bintang dan planet-planet bisa terbentuk.

Nebula Cone adalah sepupu dari pilar M16, yang dicitrakan Hubble pada tahun 1995. Pilar mengerikan dari gas dingin seperti Cone dan M16 yang umum di daerah besar kelahiran bintang. Para astronom percaya bahwa pilar adalah inkubator untuk mengembangkan bintang.


7. Bima Sakti

Bima Sakti (dalam bahasa Inggris Milky Way, yang berasal dari bahasa Latin Via Lactea, diambil lagi dari bahasa Yunani Γαλαξίας Galaxiasyang berarti "susu") adalah galaksi spiral yang besar termasuk dalam tipe Hubble SBbc dengan total masa sekitar 10^{12} massa matahari, yang memiliki 200-400 miliar bintang dengan diameter 100.000 tahun cahaya dan ketebalan 1000 tahun cahaya.[1] Jarak antara matahari dan pusat galaksi diperkirakan 27.700 tahun cahaya. Di dalam galaksi bimasakti terdapat sistem Tata Surya, yang didalamnya terdapat planet Bumi tempat kita tinggal. Diduga di pusat galaksi bersemayam lubang hitam supermasif (black hole). Sagitarius A dianggap sebagai lokasi lubang hitam supermasif ini. Tata surya kita memerlukan waktu 225–250 juta tahun untuk menyelesaikan satu orbit, jadi telah 20–25 kali mengitari pusat galaksi dari sejak saat terbentuknya. Kecepatan orbit tata surya adalah 217 km/d.
Di dalam bahasa Indonesia, istilah "Bimasakti" berasal dari tokoh berkulit hitam dalam pewayangan, yaitu Bima. Istilah ini muncul karena orang Jawa kuno melihatnya susunan bintang-bintang yang tersebar di angkasa jika dihubungkan dan ditarik garis akan membentuk gambar Bima dililit ular naga maka disebutlah "Bimasakti". Sementara itu, masyarakat Barat menyebutnya "milky way" sebab mereka melihatnya sebagai pita kabut bercahaya putih yang membentang pada bola langit. Pita kabut atau "aura" cemerlang ini sebenarnya adalah kumpulan jutaan bintang dan juga sevolume besar debu dan gas yang terletak di piringan/bidang galaksi. Pita ini tampak paling terang di sekitar rasi Sagitarius, dan lokasi tersebut memang diyakini sebagai pusat galaksi.
Diperkirakan ada 4 spiral utama dan 2 yang lebih kecil yang bermula dari tengah galaksi. Dan dinamakan sebagai berikut:
Cakram bintang Bima Sakti kira kira berdiameter 100.000 tahun cahaya (9.5×1017 km), dan diperkirakan rata rata mempunyai ketebalan 1000 tahun cahaya (9.5×1015 km). Bima Sakti diestimasikan mempunyai setidaknya 200 miliar bintang[2] dan mungkin hingga 400 miliar bintang[3]. Angka pastinya tergantung dari jumlah bintang bermassa rendah, yang sangat sulit dipastikan. Melebihi bagian cakram bintang, terletak piringan gas yang lebih tebal. Observasi terakhir mengindikasikan bahwa piringan gas Bima Sakti mempunyai ketebalan sekitar 12.000 tahun cahaya (1.1×1017 km) - sebesar dua kali nilai yang diterima sebelumnya. Sebagai panduan ukuran fisik Bima Sakti, sebagai misal kalau diameternya dijadikan 100 m, Tata Surya, termasuk awan oort, akan berukuran tidak lebih dari 1 mm.
Cahaya galaksi memancar lebih jauh, tapi ini dibatasi oleh orbit dari dua satelit Bima Sakti yaitu Awan Magellan Besar dan Kecil (the Large and the Small Magellanic Clouds), yang memiliki perigalacticon kurang lebih 180.000 tahun cahaya (1.7×1018 km). Pada jarak ini dan lebih jauh selanjutnya, orbit-orbit dari obyek sekitar akan didisrupsi oleh awan magelan, dan obyek obyek itu kemungkinan besar akan terhempas keluar dari Bima Sakti.
Perhitungan terakhir oleh teleskop Very Long Baseline Array (VLBA) menunjukkan bahwa ukuran Bima Saki adalah lebih besar dari yang diketahui sebelumnya. Ukuran Bima Sakti terakhir sekarang dipercaya adalah mirip seperti tetangga galaksi terdekat, galaksi Andromeda. Dengan menggunakan VLBA untuk mengukur geseran daerah formasi bintang-bintang yang terletak jauh ketika bumi sedang mengorbit di posisi yang berlawanan dari matahari, para ilmuwan dapat mengukur jarak dari berbagai daerah itu dengan assumsi yang lebih sedikit dari usaha pengukuran sebelumnya. Estimasi kecepatan rotasi terbaru dan lebih akurat (yang kemudian menunjukan dark matter yang terkandung di dalam galaksi) adalah 914,000 km/jam. Nilai ini jauh lebih tinggi dari nilai umum sebelumnya 792,000 km/jam. Hasil ini memberi kesimpulan bahwa total masa Bima Sakti adalah sekitar 3 trillion bintang, atau kira kira 50% lebih besar dari perkiraan sebelumnya.



Sumber :
http://en.wikipedia.org/wiki/Sombrero_Galaxy